Skip to content

Hasratku

by pada 19 Mei 2013

Entah dari mana harus kumulai. Saat kupikir semua akan biasa-biasa saja, tak demikian dengan pendapat “mantanku”. Mengapa harus kuungkit-ungkit pendapat mantan, bukannya ingin mengingat-ingat masa lalu, bukan pula aku tipe pribadi yang susah move on, tapi awal keberanian ini karena hasrat yang sedikit meledak-ledak setelah “sapaan” itu.

Yaah… sekadar hasrat untuk bertutur, hasrat untuk berkisah. Jangan berharap akan ada kalimat …ciyus…miapah…cungguh…dalam tuturku nanti, sebab umurku sudah lebih dari seperempat abad, bahkan kian meluncur mendekati setengah abad. Mungkin ini sekedar awal keinginanku untuk menghadirkan lanskap persoalan hubungan yang pernah kulewati, baik dengan saudara, teman, sahabat dan mantan sekalipun.

Seolah dipertemukan dalam dimensi yang berbeda, tentu sangat merubah cara pandang seseorang. Tanpa bermaksud sedikitpun untuk “bermain api”, hasratku sungguh ingin melanjutkan “jalinan” ini. Seperti Sir Iscaac Newton yang menemukan hukum gravitasinya yang terkenal itu. Jika Newton sangat terkenal dengan teori apel jatuhnya, dimana sebuah versi menjelaskan bahwa ketika dia sedang istirahat di bawah pohon apel, tiba-tiba sebuah apel jatuh di kepalanya dan hal itulah yang mengilhaminya tentang gravitasi. Ilham kepedean ini juga datang begitu saja. Saat kesempatan terhubung kembali dengan mantan pacar lewat dunia maya itu terjadi. Bukan bermaksud ingin melarutkan diri dalam euforia menyenangkan dibalik cerita gejolak kawula muda, sekali lagi ini hanya hasrat untuk berkisah. Hasrat untuk berbagi cerita terlepas nanti akan menarik atau tidak.

Aku yang selama ini diam dan sembunyi, tak ada salahnya untuk sesekali unjuk gigi lewat kolaborasi ini. Siapa tau ini akan menjadi awal yang baik untuk menggali jati diriku sebagai penulis. Ups…penulis?? kadang muncul rasa risih dengan sebutan itu. Apa iya aku pantas disebut penulis, jika aku belum punya buku. Apa iya aku bisa dibilang penulis kalau belum pernah mengisi sebuah kolom di surat kabar yang terkenal? Aku juga bukan sastrawan yang gemar menulis bait puisi-puisi indah. Jadi, penulis macam apa aku ini?  Itulah yang ingin kugali, sebenarnya agak egois memang karena ini tentang “menggali kemampuanku sendiri”. 

Meski selama sepuluh tahunan ini aku sembunyai pada sebuah media lokal, bukan berarti aku tak ingin dikenal sebagai penulis. Hasrat itulah yang akan kutumpahkan dalam blog ini. Dengan sedikit variasi “kolaborasi” dengan mantan yang juga penulis mungkin akan menjadi vitamin tersendiri bagiku. Secara, seperti halnya iman yang selalu naik turun, demikian pula dengan hasrat menulisku.

Dalam setiap langkah yang akan kuambil, aku selalu punya keyakinan. Seperti halnya langkah kolaborasi ini. Aku yakin tak akan ada pihak-pihak yang tersakiti, meski awalnya agak enggan dan canggung membuat anonymous writernya, karena sedikit sensitive bagi orang-orang tertentu. Aku sadar, sekarang aku istri dan ibu dua orang anak yang bahagia (heheheee). Begitu juga dia, yang sekarang adalah seorang suami dan bapak dari tiga anaknya. Aku juga yakin bahkan “suamiku dan istrinya” akan sangat legowo memandang ini. Karena ini tak berarti apa-apa, jauh dari makna jatuh cinta lagi. Kalaupun kami bersatu kali ini, benar-benar  hanya ingin membuat “kudapan hangat” sekadar untuk sajian penghangat suasana. Soal rasa, itu selera Anda!

Keyakinanku terhadap cara pandang orang-orang terdekatku mungkin tak jauh beda dengan keyakinan kaum wanita yang punya WC duduk di rumah mereka. Dari proses dan cara merenung yang berbeda inilah yang mungkin akan melahirkan pikiran-pikiran lebih terbuka. Tidak Jaim, tidak munafik atau sok suci, pun melewati batas. Karena tak dipungkiri, walau sebagian besar tertoreh dari kisah nyata, cerita-cerita ini nanti akan banyak terilhami dari sana, dari proses perenungan paling awal dalam hidup setiap manusia. Maaf, vulgarnya saat bangun tidur ke toilet dan duduk di atas closet. * uniw

Iklan

From → Cerita Uniw

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: